(OBSERVASI) EFEK DARI POLA ASUH YANG OTORITER( SALAH ) MENGAKIBATKAN EFEK SAMPING YANG NEGATIF BAGI KESEHATAN MENTAL SI ANAK & TUMBUH KEMBANG NYA

Saat anak menjadi diri sendiri secara gradual pengasuhan meraka dapat menjadi tantangan yang kompleks. Orang tua harus berhadapan dengan manusia kecil yang telah memiliki pikiran dan keinginan sendiri, disinilah kadang sikap otoriter orang tua mulai muncul. Sebenar nya setiap orang tua hanya ingin anak nya menjadi lebih baik untuk kedepan nya. Tapi hanyalah didikan nya yang salah terkadang orang tua nya ingin omongan nya saja yang di dengar ia tidak mau mendengarkan si anak .

terkadang kita harus berfikir sejenak, bahwa kita tidak bias memaksakan ego kita. Orang tua yang sering mengatur- ngatur hidup anak. Seperti missal nya kamu harus seperti ini, seperti itu, kamu harus begitu sampai sampai terkadang waktu untuk bermain pun tidak ada. Semua harus sesuai jadwal, semua harus sesuai waktu nya.maka disinilah anak mulai merasa agresif, merasa dia berada di dunia orang lain, merasa tidak bias berkarya dengan apa yang dia mau . terkadang ada batin anak yang tidak terima dengan semua ini lalau ia akan menjadi seorang yang pembrontak, pembangkang, dan selalau meniru tingkah laku orang tua nya di luar sana .

ada contoh kasus hasil observasi saya, waktu hari jumat sekitar jam 13.15 didaerah bakasi tepat nya di jati bening. sebut saja nama inisial nya “G” ia adalah seorang anak perempuan yang berusia 9 tahun ia duduk di bangku kelas 5 sd. Ia memiliki orang trua yang biasa di bilang sangat tegas dan ia juga sudah dikenal kan dengan berbagai jenis hukuman apabila ia tidak menurut apa kata orang tua nya . kehidupan nya waktu ia kecil ia sudah di berikan berbagai jenis kegiatan atau les. Seperti les balet, les piano, kumon, bhasa inggris. Semua ia jalani . rapi terkadang ada saja maslah karma mungkin mood nya yang kurang baik. Ayah nya sangat memasang nilai tinggi untuk pendidikan nya di sekolah. “ pokok nya kamu harus bias dapat nilai 9 dan 10 tidak ada angka 7 dan 6” ayah nya sangat ingin kalau anak prempuan nya ini menjadi seorang dokter. Dan terkadang dalam hal berpakain pun ayah nya yang lebih banayk turun tangan di bandingkan ibu nya. Ia pun pernah mengalami pindah sekolah yang tadi nya di sekolah swasta yang cukup mahal lalu di pindahkan ke sekolah negri nya yang sekarang yang terlatak di pangkalan jati. Alas an ia pindah karma di sekolah nya yang dulu ia pernah bermasalah dengan nilai nya. Karma di sekolah nya yang lama lbih terlihat kalu nilai itu biasa di beli. Di sekolah nya yang sekarang ini. Terkadang ia juga merasakan hukuman yang di berikan orang tua nya missal nya ia pernah di cubit, di kurung di kamar mandi, di pukul memakai benda tumpul contoh nya sapu lidi dan gantungan. Akibat dari semua hukuman itu ia sekarang lebih terlihat agresif, pemarah, pembangkang, dan sanagt mudah sekali tersinggung, prasaan nya sangat lah sensitive sekali.

Disinilah letak kesalahan pola asuh orang tua dan efek kesehatan mental / jiwa nya
Awal nya dia akan seperti princes tetapi karma semua ini ia bias beruba menjadi seorang nenek sihir yang sangat galak. Terkadang kita tak mengerti jalan pikiran orang tua kita sendiri terkadang juga semua menjadi serba salah. Di suatu sisi orang tua kita ingin semua terlihat perfect tapi disisi lain sang anak merasa seakan akan ia robot berjalan yang hidup nya penuh dengan aturan dan tuntutan peran.

Hukuman fisik di definisikan sebagai penggunaan kekuatan fisik dengan tujuan menyebabkan anak mengalami rasa sakit. Bukan lensa untuk tujuan koreksi atau control prilaku anak. Hukuman fisik merupakan bagian yang mendarah daging dalam sosialisasi banyak anak. Banyak orang percaya bahwa hukuman tersebut dilakukan oleh orang tua yang di sayangi akan tetapi bukti yang terus menigkat menyatakan bahwa keyakinan itu tidak benar bahkan hukuman fisik dapat menghasilkan konskuensi negative yang serius, dan karma itu seharus nya tidak di gunakan

Menurut pendpat ahli bahwa beberapa hukuman dapat menjadi kontraduktif anak-anak yang di hokum dengan kasar dan sering mungkin mengalami masalah menginterpretasiakn tindakan dan perkataan orang lain mereka mungkin mengatributkan niat jahat yang sebenar nya tidak ada ( b. weiss, bodge, bates& pettit 1992 )

Anak- anak mungkin menjadikekuatan jika orang tua lepas kendali dan mungkin akir nya akan berusaha menghindari orang tua yang sering menghukum. Mengurangi kemampuan orang tua untuk memengaruhi prilaku maka disinilah terjadi hubungan kesehataan mental yang buruk antara jiwa anak dan si ibu. ( grusec & goodhow, 1994 )

BY: DESSY RABIAH PARADHITA

REFRENSI TAMBAHAN :HUMAN DEVELOPMENT DIANE E. PAPALIA

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: