HEATHER MC NAMARA

Hidup tanpa Perut, Limpa & Pankreas

Keajaiban dari kebesaran Tuhan kuat terpancar dalam kehidupan gadis cilik Heather McNamara. Diusianya tujuh tahun, ia bias bertahan meski secara logika amatlah muskil. Karena tumor ganas yang menggerogoti dirinya, ia harus hidup tanpa perut, limpa dan pancreas, organ vital pencernaan. Akibatnya, ia juga masih harus menghadapi pisau bedah di meja operasi. McNamara anak pertama yang ditranspalantasi organ.

VONIS BERAT

Heather putri kedua pasangan Joe dan Tina McNamara. Joe bekerja sebagai pemadam kebakaran sukarela di Islip Terrace. Awalnya, gadis kecil ini mengalami batuk yang sampai mengeluarkan darah. Dokter menyatakan, bahwa anak Joe dan Tina ini menderita inflammatory myofibroblastic tumor. Diagnosa ini terjadi pada 2005. Makin lama kondisi Heather yang duduk di kelas dua SD Connetquot di Islip Terrace makin tidak stabil.
Orang tuanya kemudian mendatangi dokter. Tumor yang bersarang di daerah pilorus (bagian dalam perut) diangkat oleh tim medis. Namun, ternyata tumor ganas telah melebarkan tentcikel-nya sampai ke bagian lainnya. “Kami mengira Ia baik-baik saja,” ujar Tina.”Sampai empat dan lima bulan sesudah operasi, tumor tumbuh lagi menyerang bagian lainnya.”

Dokter yang menangani Heather memvonis tumor yang ada dalam perutnya telah menyerang organ-organ vitalnya. Kemungkinan untuk sembuh dengan melakukan kemoterapi sangat kecil. “Mereka mengatakan pada kami, Heather tidak akan bisa melaluinya. Itu sangat mengerikan baginya,”kenang Tina McNamara, ibunda Heather.
Lantas keduanya mencoba mendatangi dokter bahkan tidak hanya satu atau dua dokter. Usaha gigih mereka sampai ke Manhattan, Philadelphia dan Miami. Sayangnya, semua ahli yang mereka datangi tak memberi jawaban dan harapan memuaskan bagi kesembuhan Heather. Para ahli mengatakan, “Tidak ada yang bisa kami perbuat.”
Pernyataan itu sempat membuat keluarga ini pasrah, sampai datang sebuah informasi dari seorang perawat di Miami. Perawat ini menyarankan mereka agar menghubungi Dr Tomoaki Kato di New York-Presbyterian. Dokter yang disapa Kato ini bekerja di pusat medis bagian transplantasi hati dan usus di Universitas Kolombia di New York.Setelah memeriksa keadaan Heather, Kato menyampaikan kabar kepada Joe dan Tina bahwa tumor yang berada dalam tubuh putrinya merupakan tumor ganas. Terlebih telah melilit bagian organ vitalnya. Namun ia mengusulkan sebuah jalan keluar, yakni dengan operasi yang jarang dilakukan. Operasi ini, menurut Kato, pernah dilakukannya sekali kepada wanita bernama Broke Zepp yang berusia 62 tahun. Broke menderita tumor perut. Operasi itu dilakukannya setahun yang lalu. Meskipun kasus yang dialami Broke dan Heather berbeda, namun optimisme Kato mengambil jalan operasi, lantaran ada kemiripan posisi tumor yang terlilit arteri.
Saran Kato yang langka ini diterima Joe dan Tina. Keduanya merasa inilah harapan baru bagi putri mungil mereka.”Dia satu-satunya orang yang mengatakan dengan yakin.Ya, kami bisa mengeluakannya’ kata Joe McNamara.
Meski risikonya tinggi, keduanya percaya Kato dapat melakukan operasi transplantasi yang sejatinya baru pertama kalinya dilakukan terhadap anak kecil. Akhirnya pada Februari, tepatnya tanggal enam, Heather menuju kamar operasi. Kemudian gadis kecil itu dirawat intensif di rumah sakit anak Morgan Stanley. Sebulan setelah operasi barulah ia diizinkan pulang.

PERUT, PANKREAS & LIMPA DIANGKAT

Kato mengatakan tumor ganas dalam tubuh Heather telah menyebar dengan cepat ke bagian perut, pankreas dan limpa.
Tumornya telah bersarang di tempat yang mengandung risiko tinggi, yakni di sebelah kanan pembuluh darah yang menyuplai darah ke organ inti di perut.”Satu-satunya kemungkinan menyembuhkan penyakit dengan operasi pengangkatan organ:’ kata Kato. “Abdominal inflammatory myofibro blastic tumor tidak dapat diatasi dengan kemoterapi’
Pembedahan adalah langkah yang dapat dilakukan, tambah Kato.Terdapat enam bagian tubuh yang diambil dan tubuh Heather, yakni perut, pankreas, limpa, hati, usus besar, usus kecil. Setelah berhasil, Kato dan tim membekukan bagian-bagian organ dalam Heather.
Dokter menemukan tiga organ yang dapat diselamatkan dan tidak terpengaruh tumor, yakni hati, usus kecil dan usus besar. Tiga organ lainnya, yakni perut, pankreas dan limpa yang terkontaminasi tumor, tidak dapat dikembalikan ke tubuh gadis kecil ini. Transplantasi dilakukan setelah tumor diambil dan tiga organ ini ditanam kembali. Tumor yang berhasil diambil seukuran bola tenis. Karena organ vital yang membantu proses pencernaan diambil, maka fungsi pencernaan dalam tubuh Heather tak berjalan semestinya.Untuk menyiasati hilangnya ketiga organ penting tersebut, dalam perut Heather dipasangi kantung usus untuk menahan makanan yang dikonsumsinya. Suntikan insulin dan enzim akan membantunya bertahan hidup tanpa pankreas. Heather seperti orang yang menderita diabetes karena tidak memiliki pankreas. Sedangkan tanpa limpa, Heather rentan terkena infeksi.

hilangnya organ dalam bagian perut, lantas bagaimana proses pemulihannya? Menurut Kato, pemulihan Sejauh ini baik, pasien akan berobat jalan. Memang, dengan mengangkat pankreas, organ yang mengatur tingkatan insulin, anak akan menderita diabetes. Dia juga kehilangan limpa yang berfungsi melindungi tubuh dan serangan infeksi. Untuk itu ia membutuhkan antibiotik beberapa tahun ke depan. Meskipun dia tidak makan secara normal, pengangkatan organ di perutnya tidak menyebabkan masalah selamanya. Untuk itu a harus diet ketat sesuai aturan.
Saat operasi berlangsung, sang ayah, Joe McNamara, menunggu dengan cemas di luar ruangan operasi seandainya dibutuhkan. Demi sang anak, Ia telah siap mendonasikan hatinya.”lni operasi yang berisiko tinggi,”kata Kato.
Sedangkan Kareem Abu-Elmagd, ahli transplantasi dari Universitas Pittsburgh yang juga terlibat dalam tim dokter mengatakan,”lni sebuah spekulasi. Saya mengagumi Kato karena berani melakukan ini Kata Kato, ini spekulasi buatnya juga, tapi ia dokter yang bertanggung jawab.”

Setelah berjuang selama 23 jam, akhirnya operasi selesai dilakukan. Ia mengakui, lamanya waktu operasi sempat membuatnya lelah. “Di menit-menit akhir saya sempat berpikir akan gagal. Saya harus berdiri di pinggir ruangan operasi selama lima hingga enam jam,”aku Kato.”Mungkin Heather akan pulih lebih cepat dibandingkan diri saya yang kelelahan,”guraunya sambil tersenyum. Saat dokter meninggalkan ruang operasi, Ia membawa kabar gembira untuk keluarga Heather. Yang artinya, ada harapan bagi hidup gadis kecil itu untuk merenda hari, menyongsong masa depan.
Sebelumnya, Heather sempat terbangun dari biusnya dan bertanya apakah kanker di tubuhnya telah pergi? Namun, Ia kembali tertidur sebelum pertanyaannya mendapatkan jawaban. Saat konferensi pers, orang tua Heather mengucapkan terima kasih kepada staf rumah sakit, terutama Dokter Kato dan timnya yang telah mengembalikan kesehatan gadis kecil mereka.

Heather tak lupa memberikan pesan optimis pada siapa pun yang sakit dan orang tua yang anaknya sakit.”Selalu ada harapan di tengah kesakitan yang sangat sekalipun. Percayalah, karena saya sudah mendapatkan kesembuhan itu.”
Sementara Tina, mendukung harapan putrinya. “Jika dengan berbagi pengalaman hidup kepada anak-anak dapat meniupkan harapan, dengan senang hati saya akan melakukannya,” ujarnya. “Kanker bukan akhir dan segalanya.” (Natalia Ririh/ dari berbagai sumber).

Kesimpulan

Jadi tak slama nya penyakit yang ada di dalam tubuh kita itu ikut mempengaruhi semangat yang ada di dalam diri kita janga biarkan semangat hidup itu hilang saya sendiri pun sampai ingin menangis membaca cerita kehidupan heather. Ia sosok gadis kecil yang mungil tetapi mempunyai semangat yang tinggi untuk melawan penyakit nya dan berjuang untuk kehidupan selanjut nya. Jarang sekali anak anak yang kita temui seperti heather ini biasa nya penyakit nya tak separah ini sampai organ terpenting nya pun ikut diangkat….. sapa orang tua yang tak menagis melihat putrid kecil nya berada didalam ruang oprasi bedahhhh. Walau sedang sakit parah pun senyum nya tak henti2 menghiasi wajah ke dua orang tua nya yang terus menangis dan menangis. Ia menguatkan dan meyakinkan orang tua nya kalu semua ini kan berhasil dan seakan akan tak pernah merasakan sakit yang diderita nya.. kita harus belajar dari pengalaman heather ini yang menunjukan semangat hidup yang tinggi untuk berjuang hidup……. Semangat heather….

Sumber : di kutip dari majalah kartini 2256 edisi oktober/November 2009

2 responses to this post.

  1. Posted by Anggun on November 24, 2009 at 12:24 am

    mantaabbb banget des.
    des kalo masih kesimpulan jangan pakai singkatan atau bahsa elo,
    kasian yg baca.

    tapi isi menarik, judulny juga dibuat menarik supaya bikin penasran”

    Reply

  2. Posted by Anggun on November 24, 2009 at 12:28 am

    tuhhhh..
    anak kecil aj semangatny tinggi utk hidup

    kita malah sring ngluh ap yg kta dapet,
    tnyata kita trmasuk org2 yg bruntung”

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: