SCHIZOPHRENIA

Schizophrenia, sebuah kelainan yang memiliki ciri kehilangan kontak dengan realitas dan dengan semacam simptoma seperti halusinasi atau delusi, dan memiliki komponen genetik yang sangat kuat. Risiko terkena schizophrenia sepuluh kali lebih besar pada saudara sekandung atau keturunan penderita schizophrenia ketimbang populasi secara keseluruhan. Studi kembar dan adopsi menyatakan bahwa peningkatan risiko ini bersumber dari gen yang dimiliki bersama shared genes), bukan lingkungan yang ditinggali bersama (sharedenvironment). Perkiraan kontribusi genetik adalah antara 63 sampai 85 persen. Pencitraan otak mungkin berguna untuk mencari dasar genetika dan schizophrenia dan kelainan psikiatrik lainnya
Akan tetapi, karena tidak semua kembar monozigotik konkordan dalam hal sakit, maka penyebabnya tidak seratus persen genetik. Studi Co-Twin menyatakan infeksi prenatal yang disebabkan oleh virus, dibawa oleh darah yang kemudian mengalir ke dalam tubuh kedua kembar monozigotik, mungkin memainkan peran. Dalam sebuah studi terhadap wabah schizophrenia yang melanda kelahiran di Denmark antara 1935 dan 1978,

orang yang lahir di daerah urban lebih cenderung menderita schizophrenia ketimbang mereka yang lahir di daerah pedesaan, mungkin karena kemiripan yang besar dalam komplikasi kelahiran dan kerentanan terhadap infeksi selama kehamilan dan masa kanak-kanak Di antara 87.907 bayi yang lahir di Yerusalem antara 1964 dan 1976, risiko kelainan ini mencapai lima kali lebih tinggi apabila ayah si bayi berusia di atas 50 tahun atau lebih muda dan 25 tahun Dan sebuah studi terhadap 7,086 orang yang lahir di Helsinki, Finlandia antara 1924 da 1993 menemukan kekurangan gizi janin juga meningkatkan risiko terkena Uji postmortem otak penderita schizophrenia menyatakan bahwa keläinan ini mungkin bersumber dari kekurangan zat kimia yang disebut reelin. Reelin akan membantu membetulkan dan mengatur saraf dalam pertumbuhan otak Kekurangan gen untuk membuat reelin dapat berakibat kesalahan penempatan sel saraf, dan hal ini mungkin membuat predisposisi, atau kerentanan terhadap schizoph

KESIMPULAN: Jadi kelainan ini bedasarkan dari keturunan yang dihasilkan oleh individu tersebut bisa dari keturunan yang berasal dari orang tua mereka biasa nya dialami oleh bayi kembar monozigotik. Orang yang mengalami kelainan ini harus kita bimbing dan tidak di kucilkan dalam kehidupan social. Tentu saja kesehatan mental nya tidak baik karna sudah bisa di pastikan. Umum nya kelainan ini bias di sembuhkan dengan kedekatan social yang positif. Mereka bisa sembuh tanpa harus hal yang sulit. Kebanyakan orang yang seperti ini langsung diasingkan bisa di bilang langsung di bawa ke rumah sakit jiwa tapi sebaik nya tak seperti itu itu ini hanya pendapat dari saya pribadi jangan pernah menganggap remeh orang yang seperti itu ….

SUMBER : DIANE E. PAPALIA. ET . AL
HUMAN DEVELOPMENT (PSIKOLOGI PERKEMBANGAN)
JAKARTA: KENCANA, 2008
EDISI KE 9. PENADA MEDIA GROUP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: