LIHAT BAKAT ANAK LEWAT SIDIK JARI

Mau tahu bakat anak dengan cepat? Cobalah cara baru yang memakai finger test, atau uji sidik jari. Selain cepat, harga terjangkau, akurasinya pun bisa mencapai 80 persen lho, Bu. Andes Lukman mencari tahu untuk Ibu.

Tes bakat ini tengah digemari di Kota Kembang, Bandung. Hanya dengan menempelkan jari anak ke alat pemindai atau scanner, yang dengan program khusus akan merekam pola sidik Jari. Dalam satu minggu hasil bisa diperoleh, berupa ulasan tentang bakat anak.

CEPAT DAN MUDAH
Awal tahun 2009, ketika metode ini baru muncul para orangtua sudah banyak yang berminat. Hingga hari ini saja, sudah hampir 100 anak yang telah menggunakan metode tersebut. Salah satu perusahaan yang mengenalkan finger test ini adalah Light Management.
Menurut Arief Rahman, salah satu pimpinan di Light Management, rata-rata para orang tua puas dengan tingkat akurasi metode sidik jari ini. “Sejauh ini tidak ada yang meleset,” katanya. Malah banyak dari orangtua yang sudah mencoba datang kembali dengan membawa kerabat yang lain untuk ikut tes sidik jari.
Proses pengambilan data pada sidik Jari anak hanya memakan waktu 5 menit. Semua jari ditempel di alat scanner secara bergantian. “Telapak tangan pun ikut di tempelkan, “ulas Arief. Data yang terekam kemudian dianalisa dengan ilmu dermatoglypics dan biometric. Dalam satu minggu hasilnya akan tampak, dan langsung dikirimkan kepada ayah dan ibu. Berbeda dengan psikotes, yang mengharuskan mood anak dalam keadaan baik sehingga lancar mengisi berlembar pertanyaan, metode ini tak memerlukan itu semua. “Metode ini cocok untuk anak yang pendiam dan hiperaktif, karena sangat mudah,” ujar Arief.
Secara ilmiah, hubungan sidik jari dengan bakat dikaitkan dengan bawaan sejak lahir. Sidik jari termasuk bagian tubuh yang bersifat permanen dan tidak pernah berubah dari kecil hingga dewasa. Sejak usia 13 minggu dalam kandungan ibu, bayi melakukan pertumbuhan jari seirama dengan pertumbuhan sel otak. “Seperti cara kerja pedal sepeda, ada hubungan mengayuh pedal dengan kecepatan sepeda. Begitu pula dengan sidik jari, ada hubungan penanda cara kerja dan fungsi-fungsi otak,” tutur Arief.
Ilmu menggunakan sidik jari ini juga sudah dilakukan oleh Plato, ribuan tahun yang lalu. “ini menunjukan bahwa sidik jari betul-betul ilmiah, bukan sekadar palmistry (ramalan garis tangan,red),” sambungnya. Hal ini didukung dengan bukti, bahwa kesamaan sidik jari adalah 1: 64.000.000.000. Sehingga tidak ada kesamaan sidik jari antara satu dengan yang lainnya. Di samping digunakan sebagai identifikasi orang, sidik jari juga dapat menggambarkan karaktersitik spesifik setiap orang.

80 PERSEN AKURAT
Sejauh ini, metode sidik jari bisa diandalkan untuk menemukan bakat Si anak. “Tingkat akurasinya sekitar 80 persen,” kata Arief. Ketika akan mencoba metode ini, kondisi fisik jari haruslah baik. Karena akan berpengaruh pada hasilnya kelak. “Biasanya kerusakan fisik jari diakibatkan faktor iritasi pada kulit atau luka, sehingga sidik jarinya rusak dan tidak bisa dibaca dengan sempurna oleh alat scanner,” ujarnya.Walau 80 persen akurat, tidak tertutup kemungkinan bakat si anak tak berkembang. Misalnya secara genetika si anak punya bakat Seni.

Pendapat saya

Sebenar nya saya kurang yakin dengan dengan hal ini karma tidak mungkin bakat anak akan terlihat dalam waktu 5 menit walaupun hasil nya sudah terlihat belum tentu dalam jangka kedepan nya anak itu akan seperti it uterus banyak sekali hal yang mempengaruhi bakat si anak dan tumbuh kembang nya . mungkin bias di bilang juga ini sebagai bayangan bakat si anak saya sangat setuju bila bakat di anak di jalani dengan seiring tumbuh kembang nya lalu kita dukung untuk menyakinkan si anak dengan apa yang ia ambil tetapi ada juga yang berkata cara seperti ini lebih baik dilakukan sebab orang tua jadi bisa menggali kelebihan dan kekurangan anak nya justru yang di butuhkan orang adalah memahami benar kelebihan anak nya tersebut proses komunikasi antara orang tua dan anak sehingga si anak pun tidak sungkan2 mengungkapkan keinginan nya kepadfa orang tua

Refrensi. Majalah sekar edsi o4/o9

By. Dessy rabiah paradhita

3 responses to this post.

  1. Posted by a11no4 on December 28, 2009 at 8:29 am

    tp stau gw, sidik jari gk akan bisa berubah..
    tetep bgitu aj dr kecil.
    pemebeda antar individuny gw jg gtw,

    tp ktny tiap individu ad khasny n g brubah..
    gtu2 aj”

    Reply

  2. Posted by kevin pw on January 27, 2010 at 11:36 am

    bu desi,minta info website light management di bandung.saya cari kok gak ketemu.thank you

    Reply

    • Posted by a62747 on February 11, 2010 at 12:08 pm

      memang kenapa mau mencoba aduhh saya itu masih mahasiswa tauuu ko jdi gni ya… tau gtu artikel ini ga gw tulis de… heummmm ntr de gw liat majalah nya dulu maaf ya bru bls coment nya baru di buka….

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: