Selasa, Desember 22, 2009 Bunuh Diri ? Ogah deh..

Dipenghujung tahun 2009, ditemukan lebih dari 3 kasus bunuh diri dan lebih dari 5 kasus untuk pencobaan bunuh diri. Berbagai macam modus dari aksi bunuh diri ini yaitu dengan cara terjun dari ketinggian. Guru Besar Psikologi Sosial, Universitas Indonesia Sarlito Wirawan Sarwono mengatakan, tren bunuh diri dengan cara terjun dari ketinggian adalah modus baru. Karena seringnya pemberitaan seperti itu, menjadi suatu inspirasi bagi calon pembunuh diri untuk mencoba aksi bunuh diri dengan cara terjun dari ketinggian.

Biasanya yang melakukan bunuh diri adalah orang dewasa yang berumur sekitar 25-40 tahun, dikarenakan PHK (Pemutus Hubungan Kerja), banyak utang, tidak sanggup membayar kontrakan rumah, tidak sanggup memenuhi kebutuhan hidup dan keluarga, dan lain-lain, hal tersebut dapat membuat stress, hati tak tenang, dan pastinya tidak dapat berfikir secara jernih, namun saat ini beberapa yang melakukan bunuh diri adalah anak remaja yang rentan pada pengendalian emosinya.

Apabila orang yang memiliki mental yang cukup baik, se- stress apapun dapat mengendalikannya mungkin saja tidak dengan cara bunuh diri. Namun sebaliknya, orang yang tidak dapat mengendalikan stress-nya, dapat menyebabkan mentalnya menjadi terganggu dan mungkin menjadi sakit jiwanya atau bahkan dapat melakukan bunuh diri.

Berdasarkan data yang dipaparkan Humas Polda Metro Jaya, kasus bunuh diri dengan cara terjun dari ketinggian, menjadi urutan tertinggi kedua setelah gantung diri, dengan jumlah 7 kasus.. Sementara angka gantung diri tercatat 83 kasus pada tahun ini. Kasus terjun diri yang berjumlah 2 kasus pada tahun lalu, tahun ini meningkat menjadi 7 kasus. Pada Januari 2009 terjadi 1 kasus terjun dari gedung, bulan Juli ada 1 kasus; November ada 2 kasus; dan bulan Desember ada 3 kasus. Sementara, modus bunuh diri lainnya terjadi dengan cara meminum racun, memotong nadi, menembak diri, membakar diri, dan menyeburkan diri ke sungai juga masih ada meski tidak setinggi terjun dari gedung tinggi. Data dari WHO terdapat 1500 suicide/hari.

Adapun gejala dari bunuh diri yakni :
♣ Normative crisis,
♣ Depresi,
♣ Kurang komunikasi dengan keluarga atau kerabat terdekat,
♣ Derita penyakit turunan,
♣ Misalkan telah dirawat di Rumah Sakit Jiwa, kurangnya pelayanan perawat

terhadap penderita, dsb.

Penanggulangannya :
Mencari solusi tidak hanya dengan ahli psikologi atau psikiater, namun dapat dengan nyaman melalui sahabat atau orang yang di anggap nyaman untuk meluapkannya keluh kesahnya. Dengan begitu, dapat terselesaikan sedikit permasalahan yang dirasakannya

Menurut pendapat saya tentang kejadian yang baru baru ini sering terjadi tentang hebat nya bunuh diri dalam berbagai bentuk seperti terjun dari gedung gedung tinggi, mall, dan apartemen. Terkadang mereka melakukan ini disebabkan oleh banyak hal seprti yang sudah pasti. Frustasi dan lari dari kenyataan hidup mereka yang tak bias memecahkan masalah dengan baik dan mencari solusi yang benar yang mereka piker hanya dengan pikiran jangka pendek atau bias di sebut dengan menyelesaikan masalah dengan cepat tepi berujung maut sebenar nya saya setuju dengan bunuh diri tapi hanya 10 % dari 100% terkadang saya setuju karma memang kehidupan yang semakin moderen ini sudah terlalu banyak masalah dan keributan dimana mana jika saya disuruh memilih saya akan meminta di suntik mati dengan tenang dan perlahan lahan meninggalkan dunia ini tetapi pikiran itu hanya terlintas seketika saja jika saya sudah tak senggup menahan semua keadaan ini tetapi memang yang lebih baik tidak seperti ini cara nya tanpa harus seperti ini pun semua maslah bias terselesaikandengna kita membagi sedikit beban yang kita rasakan kepada orang yang kita percaya atau lebih sering disebut curhat atau berkonsultasi ke psikiater atau psikologi ahli jiwa biasa nya hal hal ini yang terkadang dilakukan sebagai pemecahan masalah tetapi saya mempunyai cara cara tersendiri untuk menyelesaikan masalah yang say hadapi

7 tips cara menghadapi masalah ala dessy

1. mencoba tenang dan tidak menyagkut pautkan masalah kita kepada public
2. mencari tempat yang cocok untuk merileksasikan otak kita contoh nya tempat karokean atau mall dan salon
3. melakukan hal yang kita senangi yang positif
4. mencoba berbagi kepada teman yang mengerti masalah kita
5. menelfon teman teman lama dan berbagi cerita
6. dibawa enjoy dan tak terlalu di pikirkan bukan berarti menghindari karma saya yakin semua masalah pasti ada jalan keluar nya tidak ada masalah tanpa solusi
7. mencari hal hal yang lucu dan menarik

Sumber. http://www.topix.com/21-12-2009
http://www.chyntiaharli.blogspot.com 22-12-2009

by dessy rabiah paradhita

One response to this post.

  1. Posted by a11no4 on December 28, 2009 at 8:34 am

    “mengahadapi maslah ala dessy”
    mank dessy ngt y–
    hahahhahh

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: