Karakteristik Gangguan Autistik

Sejak pertama kali diketahui, gangguan autistik telah memiliki aura yang agak mistis. Sindrom tersebut diidentifikasi pada tahun 1943 oleh seorang psikiater di Harvard, Leo Kanner, yang suatu saat dalam pelaksanaan pekerjaan klinisnya mengamati bahwa sebelas anak yang mengalami gangguan menunjukkan perilaku yang tidak ditemukan pada anak-anak dengan retardasi mental atau skilzofrenia. Ta menamai sindrom tersebut autisme infantil dini karena ia mengamati bahwa “sejak awal terdapat suatu kesendirian autistik ekstrem yang, kapan pun memungkinkan, tidak memedulikan, mengabaikan, menutup diri dari segala hal yang berasal dari luar dirinya” (Kanner, 1943).
Kanner menganggap kesendirian autistik merupakan simtom fundamental. Ia juga menemukan bahwa sejak awal kehidupan mereka kesebelas anak tersebut tidak mampu benhubungan dengan orang lain secara wajar. Mereka memiliki keterbatasan yang parah dalam bahasa dan memiliki keinginan obsesif yang kuat agar segala sesuatu yang benkaitan dengan mereka tetap persis sama. Terlepas dan deskripsi awal oleh Kanner dan yang lain (a.l., Rimland, 1964), gangguan tersebut tidak dimasukkan dalam klasifikasi diagnostik resmi hingga terbitnya DSM-TII pada tahun 1980.
Penerimaan resmi diagnosis autisme tertunda karena kebingungan yang terjadi dalam klasifikasi gangguan serius yang berawal di masa kanak-kanak. DSM-II menggunakan diagnosis skizofrenia di masa kanak-kanak untuk kondisi tersebut, menganggap bahwa autisme hanyalah bentuk skizofrenia pada orang dewasa dengan onset dini, namun bukti yang ada mengindikasikan bahwa skizofrenia dengan onset kanak-kanak dan autisme merupakan dua gangguan yang berbeda (Frith, 1989; Rutter & Schopler, 1987). Meskipun penarikan din dan kehidupan sosial dan afek yang tidak esuai yang terlihat pada anak-anak autistik tampaknya sama dengan simtomsimtom negatif skizofrenia, anak-anak autistik tidak mengalami halusinasi dan delusi dan, di atas semuanya, tidak mengalami skizofrenia ketika dewasa (Wing & Attwood, 1987). Lebih jauh lagi, orang-orang yang menderita autisme tidak memiliki prevalensi skizofrenia yang lebih tinggi dalam keluarga mereka, sebagaimana yang terjadi dalam keluarga anak-anak dan orang dewasa yang menderita skizofrenia. Berbagai karakteristik lain yang berhubungan dengan autisme, namun tidak dengan skizofrenia, termasuk rasio laki-laki-perempuan yang lebih tinggi (lebih banyak anak laki-laki yang menderita autisme dibanding anak-anak perempuan), onset di masa bayi atau masa kanak-kanak awal, dan disertai retardasi mental dan kejang-kejang epileptik.
Gangguan autistik berawal di masa kanak-kanak awal dan dapat terlihat pada bulan-bulan awal usia anak. Gangguan inijarang terjadi dalam populasi umum, pada 2 hingga S bayi dalam 10.000, atau 0,05 persen dan jumlah kelahiran. Untuk meletakkan mi dalam perspektif, ingat bahwa prevalensi skizofrenia diperkirakan sedikit di bawah 1 persen, hampir 20 kali lebih besar dan autisme. Berbagai studi menunjukkan bahwa jumlah anak laki-laki yang menderita autisme sekitar empat kali lebih besar dan anak-anak perempuan (Volkmar, Szatmari, & Sparrow, 1993). Karena berbagai sebab yang masih belum diketahui, terjadi peningkatan yang sangat besar dalam insiden autisme selama 25 tahun terakhir-sebagai contoh hampir sebesar 300% di California (Maugh, 2002). Autisme terjadi di semua kelas sosioekonomi dan kelompok etnis dan ras.
Sebagian untuk mengklarifikasi perbedaan autisme dengan skizofrenia, DSM-III memperkenalkan (dan dipertahankan dalam DSM-III-R, DSM-IV, dan DSM-IV-TR) istilah gangguan perkembangan pervasif. lstilah mi menekankan bahwa autisme mencakup abnormalitas serius dalam proses perkembangan itu sendiri sehingga berbeda dengan berbagai gangguan jiwa yang berawal di masa dewasa. Dalam DSM-IV-TR gangguan autistik hanyalah salah satu dan beberapa gangguan perkembangan pervasif; yang lain adalah gangguan Rett, gangguan disintegratif pada masa anak, dan gangguan Asperger.

• Gangguan Rett sangat jarang terjadi dan hanya terjadi pada anak perempuan. Perkembangan sepenuhnya normal hingga tahun pertama atau kedua usia anak, ketika pertumbuhan kepala si anak melambat. Anak kehilangan kemampuan untuk menggunakan tangannya untuk melakukan gerakan yang bertujuan, sebagai ganti melakukan gerakan stereotip seperti meremas tangan atau mencuci tangan; berjalan secara tidak terkoordinasi; hanya mampu untuk sedikit belajar berbicara dan mengerti ucapan orang lain; dan mengalami retardasi mental sangat berat. Si anak tidak dapat berhubungan dengan orang lain dengan baik, meskipun kondisi ini dapat membaik di kemudian hari.
• Gangguan dismntegratif di masa kanak-kanak terjadi pada anak-anak yang mengalami perkembangan normal pada dua tahun pertama usianya yang kemudian diikuti dengan hilangnya keterampilan sosial, bermain, bahasa, dan motorik secara signifikan. Abnormalitas dalam interaksi sosial dan komunikasi, dan munculnya perilaku stereotip sangat sama dengan yang terjadi pada autisme.
• Gangguan Asperger sering kali dianggap sebagai bentuk autisme ringan. Hubungan sosial kurang dan perilaku stereotip intens dan rigid, namun bahasa dan intelegensi tetap normal.

Sayangnya, sangat sedikit penelitian mengenai tiga kategori ini. Selain itu, terjadi perdebatan besar menyangkut validitas gangguan disintegratif di masa kanak-kanak dan apakah gangguan tersebut berbeda dan gangguan autistik (Hendry, 2000). Juga tidak jelas apakah gangguan Asperger secara kualitatif berbeda dengan gangguan autistic ataukah hanya berbeda dalam tingkat keparahannya. Karena berbagai keterbatasan ini, di sini kami hanya memfokuskan pada autisme.

Daftar Pustaka
Davinson, Gerald . Psikologi Abnormal/Gerald C. Davinson, Jhon M. Neale, Ann M. Kring; Penerjemah, Noermalasari Fajar.- Jakarta: Pt RajaGrafindo Persada, 2006. XXVII, 1048 hal. ;26 cm. Biblografi : hal 949 Judul asli : Abnormal Psychology

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: