Penanganan dengan Obat-obatan bagi Anak-anak dengan Autisme

Obat yang paling umum digunakan untuk menangani perilaku bermasalah pada ariak-anak autistik adalah haloperidol (nama dagang Haldol), suatu obat antipsikotik yang sering digunakan untuk menangani skizofrenia. Beberapa studi terkendali menunjukkan bahwa obat mi mengurangi penarikan din dan kehidupan sosial, perilaku motorik stereotip, dan perilaku maladaptif, seperti melukai din sendiri dan agresi (Anderson dkk., 1989; McBride dkk., 1996; Perry dkk., 1989). Meskipun demikian, banyak anak autistik tidak memperoleh manfaat dan obat tersebut dan obat tersebut tidak menunjukkan efek positif pada aspek-aspek lain gangguan autistik, seperti hubungan interpersonal yang abnormal dan hendaya bahasa (Hoim & Varley, 1989). Halopenidoljuga memilil potensi efek sanying yang serius (Posey & McDougle, 2000). Dalam sebuah studi longitudinal yang akhir belum lama berselang, lebih dan 30 persen anak-anak autistik mengalami diskinesia yang berhubungan dengan obat, atau gangguan kejat otot, meskipun sebagian besar berhenti setelah penggunaan obat dihentikan (Campbell dkk., 1997).

Bukti bahwa anak-anak autistik dapat mengalami peningkatan kadar serotonin dalam darah (Anderson & Hoshino, 1987) mendorong penelitian mengenai obat-obatan yang mengurangi peningkatan serotonin. Pada awal tahun 1980-an sebuah studi berskala besar dengan multi lokasi dilakukan di 20 pusat kesehatan untuk menguji efektivitas feniluramin, suatu obat yang diketahui menurunkan kadar serotonin pada tikus dan monyet. Setelah membanjirnya klaim yang antusias bahwa obat tersebut menghasilkan perbaikan dramatis dalam perilaku dan proses-proses berpikir anak anak autistik (Rivo et.al., 1983), studiJpenelitian selanjutnya memberikan penemuan yang jauh lebih tidak terkenal. Meskipun fenfluramine mungkin hanya memiliki beberapa efek positif pada beberapa anak-anak autotik dengan meningkatkan penyesuaian sosial, rentang perhatian, kadar aktivitas, dan perilaku stereotip, tidak ada efek konsisten yang terlihat dalarn pengukuran kognitif seperti IQ atau fungsi bahasa. Berbagai kajian ulang menyimpulkan bahwa efek fenfluramin sangat lcecil, dan obat tersebutjelas tidak dapatmenyembuhkan autisme (Leventhal dkk., 1993; Rapin, 1997).

Para peneliti juga meneliti suatu antagonis reseptor opioid, naltrekson, dan menemukan bahwa obat mi mengurangi hiperaktivitas pada anak-anak autistik dan cukup meningkatkan perilaku memulai interaksi sosial (Aman & Langworthy, 2000; Williams dkk., 2001; Willenisen-Swinkels, Buitelaar, & van Engeland, 1996). Sebuah studi terkendali juga menunjukkan sedikit peningkatan dalam perilaku memulai komunikasi (Kolmen dkk., 1995), namun berbagai studi lain tidak menemukan perubahan dalam komunikasi atau perilaku sosial (Feldman, Kolmen, & Gonzaga, 1999; Willemsen-Swinkels dkk., 1995, 1996). Obat tersebut tampaknya tidak di lingkungan dengan kekurangan sosial dan pendidikan.

Daftar Pustaka : Davinson, Gerald . Psikologi Abnormal/Gerald C.Davinson, Jhon M. Neale, Ann M. Kring; Penerjemah, Noermalasari Fajar.-Jakarta: Pt RajaGrafindo Persada, 2006. XXVII, 1048 hal. ;26 cm. Biblografi :hal 949 Judul asli : Abnormal Psychology

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: