Fobia Sosial ( gangguan kecemasan )

Dalam sebagian besar kelas terdapat minimal satu atau dua anak yang sangat pendiam dan pemalu. Sering kali anak-anak mi hanya akan bermain dengan anggota keluarga atau teman sebaya yang akrab, menghindari orang asing, baik muda maupun tua. Sifat pemalu tersebut dapat menghambat. mereka menguasai berbagai keterampilan dan berpartisipasi dalam beragam aktivitas yang disukai oleh sebagian besar anak-anak seusia mereka, karena mereka menghindari tamantaman bermain dan permainan yang dilakukan oleh anak-anak .di lingkungan tempat tinggal mereka. Walaupun beberapa anak yang pemalu hanya sekadar lambat dalam berpartisipasi, namun anak-anak yang menarik diri tidak pernah melakukannya, bahkan setelah bertemu orang-orang baru dalam waktu yang lebih lama. Anak-anak yang sangat pemalu dapat menolak sama sekalt untuk berbicara dalam lingkungan sosial yang asing; kondisi ini disebut mutisme selektif, Dalam ruangan yang penuh orang mereka akan menempel dan berbisik pada orang tuanya, bersembunyi di balik perabotan, berdiam di sudut, dan bahkan dapat melakukan tantrum. Di rumah mereka bertanya tanpa henti pada orang tuanya tentarig situasi yang membuat mereka khawatir. Anak-anak yang menarik dirt biasanya memuliki hubungan yang hangat dan memuaskan dengan para anggota keluarga dan teman-teman keluarga, dan mereka menunjukkan keinginan untuk disayangi dan diterima.

Karena seberapa parah sifat pemalu dan penarikan diri menjadi masalah bervariasi, hanya sedikit statistik reliabel yang dikumpulkan berkaitan dengaR frekuensi gangguan mi. Sebuah estimasi adalah 1 persen anakanak dan remaja dapat didiagnosis menderita fobia sosial (Kashani & Orvaschei, 1990); hal itu lebih merupakan masalah pada remaja yang merupakan usia di mana kekhawatiran tentang pendapat orang lain dapat menjadi akut.

Beberapa anak menunjukkan kecemasan yang sangat besar dalam situasi sosial tertentu, menunjukkan fobia sosial yang saina dengan yang dialami orang dewasa (lihat him. 185-186). Ketmka anak-anak tersebut diminta menulis catatan harian tentang berbagai peristiwa yang menyebabkan kecemasan, mereka menulis mengalami kecemasan tiga kali lebih sering dibandirig anak-anak dalam kelompok kontrol normal, dengan kekhawatiran pada berbagai aktivitas seperti membaca dengan keras di depan kelompok, menulis di papan tulis, dan melakukan sesuatu di depan orang lain. Bila dihadapkan pada situasi-situasi tersebut mereka menangis, menghindar, dan mengalami keluhan somatik seperti gemetar dan mual (Beidel, 1991).

Berbagai teori mengenai etiologi fobia sosial pada anak-anak secara umum sama dengan teori-teori fobia sosial pada orang dewasa. Sebagai contoh, penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang mengalami gangguan anxietas melebih-lebihkan bahaya yang terkandung dalam banyak situasi dan merendahkan kemampuan mereka untuk menghadapinya (Boegels & Zigterman, 2000). Kecemasan yang diciptakan oieh kognisi tersebut kemudian niemengaruhi interaksi sosial, menyebabkan anak menghmndari berbagai situasi sosial sehingga tidak banyak berlatih keterampilan sosial. Pendapat lain adalah anak-anak yang menarik din tidak mengetahui bagaimana cara bergaul yang memfasiiitasi interaksi dengan teman-teman seusia mereka. Penemuan bahwa anak yang mengisolasi dirt melakukan lebih sedikit upaya untuk berteman dan kurang imajinatif dalam bermamn dapat mengmndikasikan defisiensi keterampilan sosial. Terakhir anak-anak yang mengisolasi dirt mungkin menjadi demikian karena pada masa lalu mereka menghabiskan sebagian besar waktunya bersama orang-orang dewasa; anakanak tersebut lebih bebas berinteraksi dengan orang dewasa dibanding dengan anak-anak lain (Scarlett,
1980).

Daftar Pustaka : Davinson, Gerald . Psikologi Abnormal/Gerald C. Davinson, Jhon M. Neale, Ann M. Kring; Penerjemah, Noermalasari Fajar.- Jakarta: Pt RajaGrafindo Persada, 2006. XXVII, 1048 hal. ;26 cm. Biblografi : hal 949 Judul asli : Abnormal Psychology

8 responses to this post.

  1. mbak………..izin minta buat referensi tambahan tugas kuliah ya..
    hatur nuhun………………..

    Reply

  2. Info yang bagus !

    Barangkali informasi mengenai “Fobia Sosial” berikut, juga berguna bagi rekan rekan yang memerlukannya. Klik > Fobia Sosial ?

    Reply

    • Posted by dessy rabiah paradhita on February 24, 2011 at 5:19 pm

      ya makasi mbk, semua info bagi saya mungkin sangat berguna.
      maksi mbk uda komen di blog saya dan saling bertukar info yg baru..
      salam kenal ya mbk🙂

      Reply

  3. I got it! N makes me stress~

    Reply

  4. Posted by tiara wuarbanaran on March 31, 2011 at 1:02 pm

    waduh mbak dessi…knp gak bilang2 sama eke sih punya bahan ini…ckckckck

    Reply

  5. Posted by Joko on May 22, 2011 at 11:05 am

    Tidak ada obat utk pobia sosial kecuali ditembak otaknya dgn pistol. Ya inilah warna warni kehidupan, tapi kasihan orang yang kena pobia sosial. Itu adalah Cacat atau kelainan seperti cacat fisik berupa tuna runggu, buta dll,tetapi pobia sosial cacat di otak.

    Reply

  6. Posted by eza on October 18, 2011 at 2:49 am

    cara ngatasinya gimana tuh ???

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: