Fobia sekolah ( gangguan kecemasan )

Salah satu ketakutan pada masa kanak-kanak,fobia sekolah, kadangkala disebut penolakan untuk sekolah (school refusal), merniliki konsekuensi akademik dan sosial yang serius bagi si anak dan dapat sangat merusak. Ada dua tipe fobia sekolah yang telah teridentifikasi. Dalam tipe yang lebih umum, yang berkaitan dengan kecemasan berpisah (separation anciety), anakanak selalu merasa khawatir bahwa suatu bahaya akan menimpa orang tua alau din mereka ketika tidak bersama orang tua rnereka; bila berada di rumah, mereka selalu menguntit salah satu atau kedua orang tua mereka dan sering kali berupaya untuk tidur bersama.

Karena awal sekolah sering kali merupakan situasi pertama yang menyebabkan terpisahnya anakanak dan onang tuanya dalam waktu yang panjang dan sering, kecemasan berpisah sering kali merupakan sebab utama fobia sekolah. Satu studi menemukan bahwa 75 persen anak-anak yang menolak untuk sekolah yang disebabkan oleh kecemasan berpisah mempunyai ibu yang juga menolak untuk sekolah pada masa kanak-kanaknya (Last dan Strauss, 1990). Terdapat hipotesis bahwa penolakan anak-anak atau keengganan ekstrem untuk pergi ke sekolah berakar dan beberapa kesulitan dalam hubungan ibu-anak. Mungkin si ibu menceritakan kecemasannya sendiri untuk berpisah dan tanpa disengaja memperkuat ketergantungan dan penolakan anak.
Tipe kedua penolakan untuk sekolah berkaitan dengan fobia sekolah yang sesungguhnya—apakah ketakutan tersebut secara spesifik berkaitan dengan sekolah atau fobia sekolah yang lebih umum. Anakanak yang mengalami tipe fobia mi secara umum mulai nienolak pergi ke sekolah setelah bertambahnya usia mereka dan memiliki penghindaran terhadap sekolah yang lebih berat dan menetap. Ketakutan mereka kemungkinan lebih berkaitan dengan aspek-aspek spesifik iingkungan sekolah, seperti kekhawatiran terhadap kegagalan akademik atau ketidaknyamanan dengan teman-teman sebaya.

Para ahli sepakat bahwa jika tidak ditangani (atau jika tidak terhapus dengan sendirinya tanpa intervensi profesional), fobia sekolah pada masa kanak-kanak dapat memberikan konsekuensi negatif jangka panjang seiring dengan pertumbuhan anak menjadi remaja dan orang dewasa. Anak yang rnengalami fobia sekolah dapat tumbuh menjadi orang yang sangat tergantung dan penuh ketakutan.

Daftar Pustaka : Davinson, Gerald . Psikologi Abnormal/Gerald C. Davinson, Jhon M. Neale, Ann M. Kring; Penerjemah, Noermalasari Fajar.- Jakarta: Pt RajaGrafindo Persada, 2006. XXVII, 1048 hal. ;26 cm. Biblografi : hal 949 Judul asli : Abnormal Psychology

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: