INDRA PENGECAP

A.Organon Gustus
Pengecapan adalah fungsi putting kecap atau taste bud pada mulut. Dalam hal ini indera pengecapan juga dibantu oleh indera pembau dalam mempersepsikan pengecapan (Guyton, 1983). Indera pengecap membantu manusia dalam memilih makanan sesuai dengan keinginannya dan mungkin juga sesuai dengan kebutuhan jaringan akan substansi nutrisi tertentu.

Indera pengecap atau juga dikenal dengan istilah organon gustus memiliki diameter standar sekitar millimeter dan panjang sekitar mm. Indera pengecap terdiri daari ± 40 sel – sel ephytel yang termodifikasi (Guyton, 1991), beberapa diantaranya disebut sebagai sel sustenkular dan lainnya disebut sebagai sel pengecap. Sel – sel indera berkelompok membnetuk colloculi gustatoni, putik kecap, organon sensorik, untuk pengecapan adalah bulat telur bentuknya dan berukuran 50 – 70 milli mikron. Tiap – tiap putik kecap terdiri dari sel – sel reseptor, masing – masing mempunyai sejulah rambut yang mengakar ke dalam pori pengecap, yaitu lubang pada permukaan putik kecap. (Radiopoetro, 1986).

Sel reseptor gustatoris merupakan kemoreseptor yang merespon terhadap senyawa yang dilarutkan di dalam cairan mulut yang memandikannya ( Ganong, 1983). Ciri yang menarik dari organon gustus ini adalah bahwa indera pengecap ini akan berdegenerasi total bila saraf pengecap rusak. (Guyton, 1983)

B. Modalitas Rasa dalam Pengecapan
Dalam Ganong (1983) disebutkan sebagai alat pengecap organon gustus dapat memebedakan berbagai macam rasa (modalitas rasa) antara lain :
1. Rasa Asam, disebabkabn oleh asam dan identitas rasa yang kira – kira sebanding dengan logaritma konsentrasi ion hidrogen, yaitu makin asam suatu asam, rasa menjadi semakin kuat. Letak reseptornya pada organ tepi lidah
2. Rasa Asin, disebabkan oleh garam. Kation garam bertanggung jawab akan rasa asin , tapi anion dalam beberapa hal juga memegang peranan. Letak reseptornya di ujung depan lidah dan tepi lidah.
3. Rasa manis, disebabkan oleh zat – zat kimiawi seperti gula, glikol, alkohol, aldehid, ketan, amida, ester, asam animo, asam sulfat, asam halogen dan garam anorganik dari logam berat dan berillium. Letak reseptornya terutama diujung lidah.
4. Rasa pahit disebabkan oleh suatu zat kimia yaitu zat organik rantai panjang dan alkoloid (guanin, kafein, strinkinin dan nikotin ). Letak reseptornya terutama dipangkal lidah. Ada 2 kelas zat yang memberikan rasa pahit yaitu zat organik rantai panjang dan alkaloida, yang terdiri dari banyak obat seperti quirin, kafein, strinkin dan nikotin.

C. Letak dan cara memeriksa modalitas rasa
Dalam Radiopoetro (1986) disebutkan adanya beberapa faktor yang mempengaruhi pengecapan yaitu :
1. Faktor individual
2. tingginya nilai ambang
3. konsentrasi dari stimulasi
4. keadaan fisiologi alat pengecap itu sendiri
Pada umumnya ada 4 kesan pengecapan primer yaitu asin, asam, manis, dan pahit tapi seseorang dapat merasakan beratus – ratus rasa yang diduga merupakan gabungan atau kombinasi dari 4 rasa primer tersebut seperti rasa gurih, sepat dan lain – lain.

D. Reseptor dan Pengecapan
Reseptor pengecap ada pada lidah lingua dan sedikit ada di postenor langit – langit dan tekak. Sel – sel reseptor berkumpul dalam satu putik kecap papila yang terbenam pada lapisan epitel berbentuk seperti tombol yang disebut gumma gustatonia. Dalam gumma gustatonia terdapat 2 macam sel, yaitu sel neuropithel dan sel – sel penyokong. Pada manusia, putik kecap terletak pada dinding papila funis formis dan papila palatal lidah. Reseptor pengecapan adalah kemoreseptor yang memberi respon pada zat – zat yang larut dalam cairan mulut yang membasahinya. Zat ini tampaknya menimbulkan potensial reseptor, tapi bagaimana molekul – molekul dalam larutan saling bereaksi belum diketahui.

E. Jalannya Implus
Jalannya impuls pengecapan adalah sebagai berikut : impuls dan gustus yang berasal dari bagian tymphani kemudian oleh neuron facialis dan neuron sustatoris superion impuls diteruskan ke kortex syrus post centralis parsopercularis dimana terdapat pusat pengecapan. Impuls dan gustus yang berasal dari bagian belakang lidah ( sebelah belakang sulcus terminalis ) diantarkan oleh neuron glosso pharings ke neuron gustatoris inferior disini impuls dan diteruskan ke neuron ventralis posteromedialis thalami dan akhirnya ke kortex post centralis pars opercularis (Radiopoetro, 1986)

DAFTAR PUSTAKA

Ganong, W.F, 1983, Fisiologi Kedokteran, Jakarta : CV. EGC.
Guyton, A. C., 1983, Fisiologi Kedokteran 2, Jakarta : CV. EGC.
Radiopoetro, R., 1986, Psikologi Faal 1, Yogyakarta : Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM.
Seksi Laboratorium Psikologi Faal, 2001, Petunjuk Praktikum Psikologi Faal, Yogyakarta : Laboratorium Psikologi Faal Fakultas Psikologi UGM.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: