Indra peraba

SENSASI PADA KULIT
Alat peraba ( Organon tactus ) terdapat di kulit. Selain rambut dan kelenjar ( lemak dan keringat ), terdapat rseeptor – reseptor panas, dingin, sakit, dan rabaan atau tekanan yang tersebar di seluruh kulit. Di beberapa tempat terdapat reseptor tertentu yang lebih rapat dan lebih banyak bila dibandingkan dengan tempat – tempat lainnya.
Reseptor pada kulit menurut Radiopetro ( 1986 ) adalah :

1. Bulu
2. Badan meisner ( Corpusculum tractus ), untuk meraba sentuhan atau rabaan tajam.
3. Badan ruffini ( Corpuculum cylintricum ), untuk meraba panas.
4. Badan vator paccini ( Corpuculum lamellosum ), untuk merasakan tumpul.
5. Serabut syaraf bebas, sebagai reseptor nyeri.
6. Meriscus dan Merchel.
Menurut Radiopetro ( 1986 ), terdapat bermacam – macam reseptor, yaitu :
1. Reseptor sakit ( Nocireseptor ).
a. Sakit tajam dan dangkal, terdapat pada akhiran syaraf diantara sel ephitel.
b. Sakit tumpul dan dalam, terdapat pada akhiran syaraf di sekitar pembuluh darah.
2. Reseptor rabaan dan tekanan ( Tangoseptor )
a. Meisner ( tajam ).
b. Merchel ( tumpul ).
c. Vator – paccum ( tumpul ).
3. Reseptor panas dan dingin ( Thermoreseptor )
a. Kraus ( dingin )
b. Ruffini ( panas )
c. Golgi mazzim ( panas )

Menurut Ganong ( 1983 ), reseptor kinaesthesi menerima rangsangan kinaesthesi, yaitu gerakan – gerakan dan ketegangan pada otot – otot serta selubung persendian. Kegunaannya adalah untuk mengetahui sikap anggota badan dan beban yang dibawa ( berat atau ringan ). Senasasi – sensasi lain berupa pencampuran rangsangan pada beberapa reseptor secara bersama – sama dalam kondisi tertentu. Sensasi – sensasi tersebut berupa :
1. Geli, yaitu rasa terhadap reseptor tekanan dengan rangsangan sub – liminal dan terjadi secara berkali – kali.
2. Gatal, yaitu rasa terhadap reseptor sakit yang besarnya sub – liminal.
3. Pedih, yaitu rasa terhadap reseptor panas, dingin, dan sakit yang terjadi secara bersama – sama.
Kita dapat membedakan benda – benda dengan reseptor panas, dingin, dan atau tekanan, tanpa melihat bendanya. Bentuk dan besar benda dapat dibedakan dengan reseptor tekanan yang digeserkan.

Diduga bahwa akhiran saraf yang mengelilingi folliliculus rambut ialah reseptor taktil. Pada tempat – tempat dimana tidak ada rambut, tetapi dengan kepekaan besar terhadap stimulus taktil, ternyata terdapat banyak corpusculum tractus. Diduga bahwa meniscus tractus juga merupakan suatu receptor taktil. Perasaan taktil dapat dibedakan menjadi perasaan taktil kasar dan perasaan taktil halus. Impuls taktil kasar dihantarkan oleh tractus spinothalamicus anterior, sedangkan implus taktil halus dihantarkan melalui faciculus gracilis dan faciculus cunneatus. ( Guyton, 1983 ).
Perasaan taktil ada dua macam :
1. Perasaan taktil yang halus
Kepaekaan terhadap taktil halus diketahui dengan menentukan jarak terdekat antara dua titik di kulit yang sekaligus distimulasi dan masih dapat dibedakan sebagai dua titik. Implus taktil ini dihantarkan melalui fasciculus gracillis cuneatus.
2. Perasaan taktil kasar
Implus taktil ini dihantarkan melalui tractus spinothalamicus anterior.
Sensasi taktil yang terdiri dari raba, tekanan dan getaran sering di golongkan sebagai sensasi terpisah, mereka semua dideteksi oleh jenis reseptor yang sama. Satu – satunya perbedaan diantara ketiganya adalah :
1. Sensasi raba, umunya disebabkan oleh reseptor taktil di dalam kulit atau di dalam jaringan tepat dibawah kulut.
2. Sensasi tekanan biasanya disebabkan oleh perubahan bentuk jaringan yang lebih dalam
3. Sensasi getaran, disebabkan oleh sinyal sensori yang berulang dengan cepat, tetapi menggunakan beberapa jenis reseptor yang sama seperti yang digunakan untuk raba dan tekanan.

Kepekaan kulit yang berambut terhadap stimulus besar, sehingga diduga bahwa akhiran syaraf yang mengelilingi foliculus rambut adalah reseptor taktil.
Kita dapat membedakan benda – benda tanpa melihat bentuknya. Disini yang berperan adalah reseptor kinaesthesi. Bentuk dan berat benda dapat dibedakan dengan reseptor tekanan yang digeserkan.

Pada tempat di mana tidak ada rambut, tetapi dengan kepekaan yang besar terdapat stimulus taktil, ternyata banyak corpuscullum tactus. Diduga bahwa miniscus tactus juga merupakan reseptor taktil. ( Guyton,1994 ).

DAFTAR PUSTAKA

Ganong, W.F, 1983, Fisiologi Kedokteran, Jakarta : CV. EGC.
Guyton, A. C., 1983, Fisiologi Kedokteran 2, Jakarta : CV. EGC.
Radiopoetro, R., 1986, Psikologi Faal 1, Yogyakarta : Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM.
Seksi Laboratorium Psikologi Faal, 2001, Petunjuk Praktikum Psikologi Faal, Yogyakarta : Laboratorium Psikologi Faal Fakultas Psikologi UGM.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: