Gangguan Kecemasan Perspektif dikalangan anak anak

Teoritikus belajar menyatkan bahwa munculnya kecemasan menyeluruh dapat menyentuh tema- tema yang luas, seperti ketakutan akan penolakan terhadap kegagalan yang dibawa pada berbagai situasi. Ketakutan terhadap penolakan atau self- perception yang tidak adikuat dapat digeneralisasikan pada hamper seluruh area interaksi sosial dan prestasi. Faktor genetis dapat pula memegang peranan dalam kecemasan akan perpisahan dan gangguan kecemasan lain (Coyle, 2001).

Pemahaman teoritis tentang kecemasan yang berlebihan pada anak- anak sampai batas tertentu sejalan dengan gangguan kecemasan pada masa dewasa. Teoritikus berpendapat bahwa kecemasan- kecemasan dan ketakutan pada masa kecil, seperti yang terjadi pada orang dewasa, melambangkan konflik- konflik yang tidak disadari. Teoritikus kogniitif memfokuskan pada peran bias- bias kognitif yang mendasari reaksi kecemasan. Sebagai dukungan terhadap teori model kognitif, para peneliti menemukan bahwa anak- anak yang sangat cemas menunjukkan bias- bias kognitif dalam mengolah informasi, seperti menginterpretasikan situasi- situasi yang negatif (misalnya, Bogels & Zigerman, 2000; Weems dkk., 2001). Mengharapkan yang terburuk, digabung dengan rasa self- confidence yang mudah, mendorong penolakan terhadap aktivitas- aktivitas yang ditakuti dengan teman teman, di sekolah, dan di mana pun. Harapan- harapan negatif juga meningkatkan kecemasan sampai pada titik yang dapat menghambat performa di kelas atau di bidang atletik.

Apa pun penyebabnya, anak- anak yang merasakan cemas secara berlebihan dapat terbantu melalui teknik- teknik penanganan kecemasan, seperti dihadapkan pada stimuli yang menimbulkan fobia secara bertahap dan latihan relaksasi. Teknik- teknik kognitif seperti menggantikan self- talk yang menimbulkan kecemasan dengan self- talk yang bersifat coping masalah juga membantu. Pendekatan kognitif- behavioral telah memberikan hasil- hasil yang mengagumkan dalam menangani gangguan kecemasan di masa kanak- kank. Penanganan sengan obat- obatan fluvoxamine (Luvox), suatu SSRI (selective serotonin- reuptake inhibitor), juga memperlihatkan efek- efek terapeutik yang baik dalam menangani anak- anak dan remaja dengan berbagai tipe gangguan kecemasan.

Sumber refrensi : Greene B., Rathus. A, & Nevid S. 2005. Psikologi Abnormal Jilid 2. PT. Gelora Aksara Pratama: ERLANGGA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: