Archive for May, 2011

PENGERTIAN STRES, KETERKAITAN ANTARA STRES DENGAN LINGKUNGAN, PENGARUH STRES TERHADAP PERILAKU INDIVIDU DALAM LINGKUNGAN SERTA CONTOH DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI.

PENGERTIAN STRES

Stres adalah suatu kondisi anda yang dinamis saat seorang individu dihadapkan pada peluang, tuntutan, atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan oleh individu itu dan yang hasilnya dipandang tidak pasti dan penting. Stress adalah beban rohani yang melebihi kemampuan maksimum rohani itu sendiri, sehingga perbuatan kurang terkontrol secara sehat.
Stres tidak selalu buruk, walaupun biasanya dibahas dalam konteks negatif, karena stres memiliki nilai positif ketika menjadi peluang saat menawarkan potensihasil. Sebagai contoh, banyak profesional memandang tekanan berupa beban kerja yang berat dan tenggat waktu yang mepet sebagai tantangan positif yang menaikkan mutu pekerjaan mereka dan kepuasan yang mereka dapatkan dari pekerjaan mereka.
Stres bisa positif dan bisa negatif. Para peneliti berpendapat bahwa stres tantangan, atau stres yang menyertai tantangan di lingkungan kerja, beroperasi sangat berbeda dari stres hambatan, atau stres yang menghalangi dalam mencapai tujuan. Meskipun riset mengenai stres tantangan dan stres hambatan baru tahap permulaan, bukti awal menunjukan bahwa stres tantangan memiliki banyak implikasi yang lebih sedikit negatifnya dibanding stres hambatan.
 SUMBER STRES

 Faktor lingkungan
Selain memengaruhi desainstruktur sebuah organisasi, ketidakpastian lingkungan juga memengaruhi tingkat stres para karyawan dan organisasi. Perubahan dalam siklus bisnis menciptakan ketidakpastian ekonomi, misalnya, ketika ekonomi memburuk orang merasa cemas terhadap kelangsungan pekerjaannya.
 Faktor organisasi
Banyak faktor di dalam organisasi yang dapat menyebabkan stres. Tekanan untuk menghindari kesalahaan atau menyelesaikan tugas dalam waktu yang mepet, beban kerja yang berlebihan, atasan yang selalu menuntut dan tidak peka, dan rekan kerja yang tidak menyenangkan adalah beberapa di antaranya. Hal ini dapat mengelompokkan faktor-faktor ini menjadi tuntutan tugas, peran, dan antarpribadi.
Tuntutan tugas adalah faktor yang terkait dengan pekerjaan seseorang. Tuntutan tersebut meliputi desain pekerjaan individual, kondisi kerja, dan tata letak fisik pekerjaan. Sebagai contoh, bekerja di ruangan yang terlalu sesak atau di lokasi yang selalu terganggu oleh suara bising dapat meningkatkan kecemasan dan stres. Dengan semakin pentingnya layanan pelanggan, pekerjaan yang menuntut faktor emosional bisa menjadi sumber stres.
Tuntutan peran berkaitan dengan tekanan yang diberikan kepada seseorang sebagai fungsi dari peran tertentu yang dimainkannya dalam organisasi. Konflik peran menciptakan ekspektasi yang mungkin sulit untuk diselesaikan atau dipenuhi.
Tuntutan antarpribadi adalah tekanan yang diciptakan oleh karyawan. Tidak adanya dukungan dari kolega dan hubungan antarpribadi yang buruk dapat meyebabkan stres, terutama di antara para karyawan yang memiliki kebutuhan sosial yang tinggi.
 Faktor pribadi
Faktor-faktor pribadi terdiri dari masalah keluarga, masalah ekonomi pribadi, serta kepribadian dan karakter yang melekat dalam diri seseorang.
Survei nasional secara konsisten menunjukkan bahwa orang sangat mementingkan hubungan keluarga dan pribadi. berbagai kesulitan dalam hidup perkawinan, retaknya hubungan, dan kesulitan masalah disiplin dengan anak-anak adalah beberapa contoh masalah hubungan yang menciptakan stres.
Masalah ekonomi karena pola hidup yang lebih besar pasak daripada tiang adalah kendala pribadi lain yang menciptakan stres bagi karyawan dan mengganggu konsentrasi kerja karyawan. Studi terhadap tiga organisasi yang berbeda menunjukkan bahwa gejala-gejala stres yang dilaporkan sebelum memulai pekerjaan sebagian besar merupakan varians dari berbagai gejala stres yang dilaporkan sembilan bulan kemudian. Hal ini membawa para peneliti pada kesimpulan bahwa sebagian orang memiliki kecenderungan kecenderungan inheren untuk mengaksentuasi aspek-aspek negatif dunia secara umumJika kesimpulan ini benar, faktor individual yang secara signifikan memengaruhi stres adalah sifat dasar seseorang. Artinya, gejala stres yang diekspresikan pada pekerjaan bisa jadi sebenarnya berasal dari kepribadian orang itu.
KETERKAITAN ANTARA STRES DENGAN LINGKUNGAN
Dalam mengulas dampak lingkungan binaan terutama bangunan terhadap stres psikologis, Zimring (dalam Prawitasari, 1989) mengajukan dua pengandaian. Yang pertama, stress dihasilkan oleh proses dinamik ketika orang berusaha memperoleh kesesuaian antara kebutuhan-kebutuhan dan tujuan dengan apa yang disajikan oleh lingkungan. Proses ini dinamik karena kebutuhan-kebutuhan individual sangat bervariasi sepanjang waktu dan berbagai macam untuk masing-masing individu. Cara penyesuaian atau pengatasan masing-masing individu terhadap lingkungannya juga berbagai macam.
Pengandaian kedua adalah bahwa variable transmisi harus diperhitungkan bila mengkaji stress psikologis yang disebabkan oleh lingkungan binaan. Misalnya perkantoran, status, anggapan tentang kontrol, pengaturan ruangan dan kualitas lain dapat menjadi variable transmisi yang berpengaruh pada pandangan individu terhadap situasi yang dapat dipakai untuk menentukan apakah situasi tersebut menimbulkan stress atau tidak.
Bangunan yang tidak memperhatikan kebutuhan fisik, psikologis dan sosial akan merupakan sumber stress bagi penghuninya. Apabila perumahan tidak memperhatikan kenyamanan penghuni, misalnya pengaturan udara yang tidak memadai, maka penghuni tidak dapat beristirahat dan tidur dengan nyaman. Akibatnya penghuni sering kali lelah dan tidak dapat bekerja secara efektif dan ini akan mempengaruhi kesejahteraan fisik maupun mentalnya. Demikian pula apabila perumahan tidak memperhatikan kebutuhan rasa aman warga, maka hal ini akan berpengaruh negatif pula. Penghuni selalu waspada dan akan mengalami kelelahan fisik maupun mental. Hubungan antar manusia sangat penting, untuk itu perumahan juga sebaiknya memperhatikan kebutuhan tersebut.
Pembangunan perumahan yang tidak menyediakan tempat umum dimana para warga dapat berinteraksi satu sama lain akan membuat mereka sulit berhubungan satu sama lain. Atau perumahan yang tidak memperhatikan ruang pribadi masing-masing anggotanya akan dapat merupakan sumber stress bagi penghuninya (Zimring dalam Prawitasari, 1989). Fontana (1989) menyebutkan bahwa stress lingkungan berasal dari sumber yang berbeda-beda seperti tetangga yang rebut, jalan menuju bangunan tempat kerja yang mengancam nilai atau kenikmatan salah satu milik/kekayaan, dan kecemasan financial atas ketidakmampuan membayar pengeluaran-pengeluaran rumah tangga.
PENGARUH STRES TERHADAP PERILAKU INDIVIDU DALAM LINGKUNGAN

Stres bisa mempengaruhi perilaku individu dalam lingkungan. Stokols (dalam Brigham, 1991) menyatakan bahwa apabila kepadatan tidak dapat diatasi, maka akan menyebabkan stress pada individu. Stress yang dialami individu dapat memberikan dampak yang berbeda tergantung pada kemampuan individu dalam menghadapi stress. Individu yang mengalami stress umumnya tidak mampu melakukan interaksi sosial dengan baik, sehingga dapat menurunkan perilaku untuk membantu orang lain (intensi prososial).
Penelitian-penelitian tentang hubungan kepadatan dan perilaku prososial di daerah perkotaan dan pedesaan telah banyak dilakukan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Milgram (1970) ditemukan bahwa orang yang tinggal di kota sedikit dalam memberikan bantuan dan informasi bagi orang yang tidak dikenal dari pada orang yang tinggal di daerah pedesaan. Begitu pula dalam mengizinkan untuk menggunakan telepon bagi orang lain yang memerlukan (Fisher, 1984).

CONTOH DALAM KEHIDUPAN SEHARI HARI
 Sebagai contoh, seorang individu yang sedang stres berat mungkin mengalami tekanan darah tinggi, seriawan, jadi mudah jengkel, sulit membuat keputusan yang bersifat rutin, kehilangan selera makan, rentan terhadap kecelakaan, dan sebagainya. Akibat stres dapat dikelompokkan dalam tiga kategori umum: gejala fisiologis, gejala psikologis, dan gejala perilaku.

 Stres yang berkaitan dengan pekerjaan dpat menyebabkan ketidakpuasan terkait dengan pekerjaan Ketidakpuasan adalah efek psikologis sederhana tetapi paling nyata dari stres. Namun stres juga muncul dalam beberapa kondisi psikologis lain, misalnya, ketegangan, kecemasan, kejengkelan, kejenuhan, dan sikap yang suka menunda-nunda pekerjaan.
 Atau contoh lainnya lingkungan tempat tinggal kadang berpengaruh besar dalam diri setiap individu. stres bisa terjadi dalam hal cara pandang setiap penghuni rumah satu dengan yg lainnya. pribadi yang terkadang egois dan tidak pernah mau kalah selalu iri melihat rumput tetangga sebelah hijau. dengan kata lain selalu iri dengan apa yang tetanga punya misalkan tetangga membeli mobil baru lalu tetangga sebelah iri dan ingin juga membeli seperti tetangganya, walaupun kapasitas keuangannya tidak tercukupi. Sebenarnya kalau lama kelamaan sifat ini terus ada akan berakibat tidak baik, seandaikan keinginannya tidak tercapai maka akan timbul agresi yang tinggi dan rasa yang tidak ada puasnya, dan berujung pada stres. Parah nya lagi penyakit gila bisa saja timbul.
 Gejala stres yang berkaitan dengan perilaku meliputi perubahan dalam tingkat produktivitas, kemangkiran, dan perputaran karyawan, selain juga perubahan dalam kebiasaan makan, pola merokok, konsumsi alkohol, bicara yang gagap, serta kegelisahan dan ketidak teraturan waktu tidur.

Sumber

 Prabowo, Hendro. 1998. Arsitektur, Psikologi dan Masyarakat. Depok : Universitas Gunadarma.
http://id.wikipedia.org/wiki/Stres

Advertisements

SEKILAS TENTANG KEMAJUAN TEKNOLOGI BERDASARKAN MACAM JENIS ALAT KOMUNIKASI (HP)

 

SEJARAH

Ada beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap perkembangan TIK hingga saat ini. Pertama yaitu temuan telpon oleh alexander graham bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabelyang meliputi seluruh daratan  amerika, bahkan kemudian diikuti pemasangan kabel komunikasi trans atlantik. Jaringan telepon ini merupakan infrastruktur masif pertama yang dibangun manusia untuk komunikasi global. Memasuki abad ke-20, tepatnya antara tahun 1910-1920, terwujud sebuah transmini suara tanpa kabel melalui siaran radio AM yang pertama. Komunikasi suara tanpa kabel ini pun segera berkembang pesat. Kemudian diikuti pula oleh transmisi audio visual tanpa kabel, yang berwujud siaran televisi pada tahun 1940-an. komputer elektronik pertama beroperasi pada tahun 1943. Lalu diikuti oleh tahapan miniaturisasi komponen elektronik  melalui penemuan transistor pada tahun 1947 dan rangkaian terpad pada tahun 1957.

Perkembangan teknologi elektronika, yang merupakan cikal bakal TIK saat ini, mendapatkan momen emasnya pada era perang dingin antara blok barat (Amerika Serikat) danblok timur (dulu Uni Soviet) justru m. PersainganIPTEKemacu perkembangan teknologi elektronika lewat upaya miniaturisasi rangkaian elektronik untuk pengendali pesawat ruang angkasa  maupun mesin-mesin perang. Miniaturisasi komponen elektronik, melalui penciptaan rangkaian terpadu, pada puncaknya melahirkan mikropprosesor. Mikroprosesor inilah yang menjadi ‘otak’ perangkat keras komputer dan terus berevolusi sampai saat ini. Perangkat telekomunikasi berkembang pesat saat teknologi digital mulai digunakan menggantikan teknologi analog. Teknologi analog mulai terasa menampakkan batas-batas maksimal pengeksplorasiannya. digitalisasi perangkat telekomunikasi kemudian berkonvergensi dengan perangkat komputer yang sejak awal merupakan perangkat yang mengadopsi teknologi digital.

Produk hasil konvergensi inilah yang saat ini muncul dalam bentuk telpon seluler. Di atas infrastukturtelekomunikasi dan komputasi ini kandungan isi (content) berupa multimediamendapatkan tempat yang tepat untuk berkembang. Konvergensi telekomunikasi – komputasi multimedia inilah yang menjadi ciri abad ke 21, sebagaimana abad ke 18 dicirikan oleh revolusi industri. Bila revolusi industri menjadikan mesin-mesin sebagai pengganti ‘otot’ manusia, maka revolusi digital (karena konvergensi telekomunikasi – komputasi multimedia terjadi melalui implementasi teknologi digital) menciptakan mesin-mesin yang mengganti (atau setidaknya meningkatkan kemampuan) ‘otak’ manusia.

PENGERTIAN KOMUNIKASI

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information and Communication Technologies (ICT), adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaituteknologi informasi dan teknologi komunikasi. teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.

Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahanabad ke 20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya.

Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya. Komunikasi juga sering diartikan sebagai , proses pengiriman dan penerimaan informasi atau pesan antara dua orang atau lebih dengan cara yang efektif, sehingga pesan yang dimaksud dapat dimengerti. Dalam penyampaian atau penerimaan informasi ada dua pihak yang terlibat yaitu :
1.Komunikator            : Orang atau kelompok orang yang menyampaikan informasi atau pesan
2.Komunikan              : Orang atau kelompok orang yang menerima pesan.

HP ( HANDPHONE )

Alat komunikasi Handphone ( HP ) pada saat ini sudah bukan merupakan barang mewah, dan hampir sebagaian besar masyarakat indonesia memilikinya.
Keberadaan alat tersebut dapat dirasakan manfaatnya untuk menjalin komunikasi antar individu. Di lingkungan masyarakat pun benda tersebut merupakan bukan barang eksklusif,sesuatu yang biasa. Kemajuan teknologi komunikasi telah banyak memberikan manfaatnya bagi kehidupan manusia. Handphone ( HP ) mampu memperpendek jarak yang jauh, sehingga dapat saling berkomunikasi pada saat bersamaan. Ia banyak membantu komunikasi antar invividu dan bahkan antar kelompok dengan berbagai fasilitas layanan yang disediakan jasa telekomunikasi.

DAMPAK POSITIF & NEGATIF

Dampak positif yang didapat dari alat komunikasi ini tentu saja dapat mempercepat penyampaian informasi atau berita terbaru, membuat jarak dengan orang yang kita sayang semakin dekat walaupun dia jauh, intinya hp ini sangat membantu semua orang karna didaerah terpencil pun sudah masuk yang namanya hp, ya walaupun tak secanggih jenis hp yang dijakarta tetapi yang bisa berkomunikasi. Apalagi dierah global sekarang yang semua serba canggih dan semua sudah memakai alat berjenis teknologi jadi saya rasa harus semua penduduk menggunakan nya agar tidak kalah saing dengan negara maju lainya. fiture fiture didalam hp yang sudha berkapasitas canggih sanagt membantu bagi orang orang yang bekerja didunia pembisnis. Lewat hp kita bisa mempresentasikan hasil kerja kita, walaupun ada alat lain sebagai prantaran nya. dan lewat hp semua menjadi mudah dan cepat sangat efisien sekali.

Dampak negatif yang didapat dari hp adalah layanan layanan yang mudah diakses ke dalam internet untuk melakukan hal hal yang tidak layak, mungkin bagin kalangan anak anak hp seharusnya tidak diberikan karna dapat merusak mental dan kognitif anak. hp juga dapat  enyebabkan konsentrasi kita buyar contoh nya disaat dosen menerangkan tiba tiba ada sms masuk yang memang penting dan harus untuk dibaca dan dibls. disaat itu tentu kita sudah tidak memperhatikan lagi apa yang dosen katakan. Bagi kesehatan juga penggunaan hp yang berlebihan dapat merusak jaringan otak dan penglihatan kita. Sebenarnya dampak positif nya tidak terlalu besar jika saja orang yang memakai tahu akan kebutuhan nya dan tahu tempat dan waktu dimana harus menggunakan nya.

Menurut saya sendiri hp itu sangat penting bisa dikatakan separuh dari jiwa saya ada disitu karna kalau tidak mbawa hp serasa ada yang kurang  dan pikiran pun pasti gelisah. hp banyak membantu diri saya disaat kita susah, disaat kita senang, marah, gelisah, ergesah2, menunggu kabar, mencari informasi, menangis,bahkan disaat kita jatuh cinta pun dia selalu ada disamping saya. hp adalah alat komunikasi yang selalu ada disamping saya dan disaat saya beraktivitas kemanapun. hp bisa membuat jarak yang tadinya jauh terasa amat dekat, membantu mempercepat penyampaian informasi, dan dapat mengetahui kabar orang2 yang kita sayang walaupun jauh sekalipun. Maka dari itu mengapa saya memilih alat teknologi berupa hp, karna dia adalah alat komunikasi yang multi fungsi.

SUMBER :     WIKIPEDIA.COM

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/peng_psikologi_lingkungan/bab6-privasi.pdf

http://id.shvoong.com/internet-and-technologies/blog/2035974-pengertian-komunikasi/#ixzz1KELSBESm

http://www.nahninu.com/Articles/Lifestyle/216/Manfaat-Ponsel-Hand-Phone-.html